RSST sebagai Rumah Sakit Pendidikan

Rumah Sakit adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan fungsi pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, dan pelayanan rujukan, serta dimanfaatkan untuk fungsi pendidikan, pelatihan, dan penelitian bidang kedokteran, kedokteran gigi dan kesehatan lain. Dalam menjalankan fungsi pendidikan bidang kedokteran, kedokteran gigi, dan kesehatan lain tersebut, beberapa rumah sakit dipergunakan oleh Institusi Pendidikan sebagai tempat pendidikan untuk menghasilkan dokter, dokter gigi, dan tenaga kesehatan lainnya yang berkualitas.

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit menetapkan bahwa rumah sakit dapat ditetapkan menjadi Rumah Sakit Pendidikan setelah memenuhi persyaratan dan standar Rumah Sakit Pendidikan. Rumah Sakit Pendidikan merupakan rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran dan / atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi. Dalam melaksanakan fungsi ini, sebuah Rumah Sakit Pendidikan harus mampu menjalankan peran menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, pendidikan yang inovatif, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam menjalankan fungsi tersebut, Rumah Sakit Pendidikan juga bertugas untuk melaksanakan pendidikan tenaga kesehatan yang berbasis pada pelayanan, membentuk karakter professional bagi tenaga kesehatan, mengembangkan kompetensi interprofesional, dan melaksanakan riset yang bersifat translasional.

Rumah Sakit Umum Pusat dr. Soeradji Tirtonegoro telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit tipe B Pendidikan melalui SK Menteri Kesehatan RI No 1594/Menkes/SK/g/2002 dengan berjalannya waktu sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No 1069/Menkes/SK/XI/2008 tentang perlunya penetapan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan harus melakukan pemenuhan terhadap standar dan kriteria Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. Untuk mewujudkan hal ini, maka pada 20 Juli 2012 telah terbentuk suatu Badan Koordinasi Pendidikan antara RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro dan FK UGM (SKB Direktur Utama RSST : HK. 03.06/II.1.10082/2012, Dekan FK UGM : UGM/KU/170/UM/01/39), selain itu telah pula terbentuk Tim Akreditasi RS Pendidikan. Pada tanggal 27 Desember 2012 telah terlaksana kegiatan Pra Visitasi oleh Tim dari Kementerian Kesehatan RI dan ARSPI, BUKR, HUKORMAS, AIPKI, selanjutnya pada tanggal 18 April 2013 RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.02.03/I/0700/2013 telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Satelit Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Bakordik RSST – FKKMK UGM dibentuk melalui SKB Direktur Utama Nomor: HK.03.06/II.1/10082/2012 Dekan FK UGM Nomor: UGM/KU/170/UM/01/39 pada tanggal: 20 Juli 2012. Komkordik merupakan perwujudan hirarki hubungan antara koordinator pendidikan profesi kedokteran rumah sakit dan institusi pendidikan dimana uraian tugas, tanggung jawab, hak dan wewenang diwujudkan melalui Surat Keputusan Bersama. Badan ini bertugas menyusun kebijakan, peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan.Sebagai wujud kepedulian dan komitmen terhadap pendidikan dokter serta pemenuhan terhadap tingginya tuntutan standar kompetensi dokter umum dan dokter spesialis di Indonesia,  RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK-UGM) membentuk suatu Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik). Komite Koordinasi Pendidikan dibentuk oleh Direktur / Kepala Rumah Sakit Pendidikan Utama bersama pimpinan Institusi Pendidikan dan bertanggung jawab kepada Direktur / Kepala Rumah Sakit Pendidikan. Komite. Komite Koordinasi Pendidikan bertugas membantu kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan dokter, bertanggung jawab kepada Direktur Utama RSST.